Friday, December 19, 2014

The Ultimate Book Tag

Tiba-tiba dapet mensyen dari seleb blognya Surabaya Yuniari Nukti untuk mengisi The Ultimate Book Tag. Eaaaaa keinget itu buku segambreng belum kebaca, eh tapi ngejawab pertanyaan ini dulu gpp kali yaaaaa, itung-itung killing time [ssttt...red: lagi males kerja] aroma weekend plus liburan sudah di depan mataaaa syalalala.

Baiklah here we go.....

1. Do you get sick while reading in the car?
Orang punya vertigo mah jangan ditanya, eh tapi kemarin ada temen kantor bilang kalo ngebaca Quran dia gak pusing loh. Wanna try?? 

2. Which author’s writing style is completely unique to you and why?
Hmmmm, siapa ya. Kemarin sempet baca novelis Indo. Ilana Tan boleh tuh, meskipun menggunakan EYD tapi kesan kakunya ntah ditaruh dimana hihihi. TOP! 

3. Harry Potter Series or The Twilight Saga? Give 3 points to defend your answer.
Harr Potter, sssttt itupun cuman buku pertamanya "Harry Potter and the Philosopher's Stone" hihihihi
Bagus? Banget laaah. Imajinasinya detail banget! 

4. Do you carry a book bag? If so, what is it in (besides books)?
Kalo tas iyalah bawa kemana-mana. Kalo minggu kemarin sih isinya Wedding Night'nya Sophie Kinsella, dan binder atau agenda kesayangan slalu ada di dalam tas. Kalo itu samaan gak sih dengan yang namanya book bag? [Ilaaah kok malah balik nanya].



5. Do you smell your books?
Kan kan tanya lagi, iya kecium baunya. Buku agenda kan? [ooops!] 

6. Books with or without little illustrations? Buku dengan atau tanpa ilustrations kecil ?
Sebenarnya ilustrasi itu gak terlalu penting buat saya, si penulis pinter ngebawanya secara detail ke dalam tulisan. Itu buku yang bakalan awet saya baca. 

7. What book did you love while reading but discovered later it wasn’t quality writing?
Negeri 5 Menara, pertamanya aja udah penasaran banget. Dibeli kemudian dibaca, kok? Ini plotnya gak jelas, naik turun gak keruan mana klimaks mana konfliks dsb. Ah lupakan! 

8. Do you have any funny stories involving books from your childhood? Please share!
NODDY!!!! Buku favorit jaman SD, enaknya sekolah di sini [SD Patra Dharma Tarakan] meskipun liburan tapi perpustakaannya tetap buka loh. Nah dulu rajin banget tiap pagi barengan adek nyamperin perpustakaan cuman buat ngebaca si Noddy ini.
Pas minjem salah satu buku cerita Noddy, di perjalanan pulang adek ngebawanya kurang erat. Pas ngelewatin jembatan di atas sungai kecil, terjatuh lah itu buku. Daaan dengan spontan saya lari dan nyemplung ke sungai buat ngambil buku cerita itu tadi. Keburu basaaah!
Eh tetap aja basah, sesampainya di rumah acara ngebaca buku barengnya diganti mengeringkan buku bersama hihihi.

9. What is the thinnest book on your shelf?
Lupa judulnya apa, isinya kumpulan puisi gitu. Hadiah dari teman :) 

10. What is the thickest book on your shelf?
Mungkin buku Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps 

11. Do you write as well as read? Do you see yourself in the future as being an author?
Yup, hmmm sementara ini as a professional blogger dulu kali ya goalnya aamiin ya Rabb.

12. When did you get into reading?
Dari SD udah suka baca, dulu sih bacaannya buku cerita yang gambarnya full color gitu laaah.

13. What is your favorite classic book?
Sepertinya belum pernah. 

14. In school was your best subject Language Arts / English?
I like both :D 

15. If you were given a book as a present that you had read before and hated..what would you do?
Diterima lah, masak juga nolak rejeki. Kita gak akan tau juga, sapa tau it's a God's sign hihihi apa siiih.

16. What is a lesser known series that you know of that similar to Harry Potter or the Hunger Games?
Hmmm apa ya, yang saya tau film berseri yang diangkat dari novel sih. Before Sunrise, Before Sunset & Before Midnight hihihi...boleh kaaaan :D 

17. What is a bad habit you always do (besides rambling) while filming?
while filming? Am I the only person who don't get what's the point about this question??? 

18. What is your favorite word?
Cantik 

19. Are you a nerd, dork, or, dweeb? Or all of the above?
Nerd mungkin yaaaa, kadang niiih teman sebelah kubikal nyletuk "Ngomong sama sapa sih" hihihihi 

20. Vampires or Fairies? Why?
Fairies, absolutely!!! Tuuuh nama blog aja fairyonme :p Menurut saya nih fairies itu represents kupu-kupu, binatang favorit saya.

21. Shapeshifters or Angels? Why?
Shapeshifters apaan yak? Angels aja deh, seketika keinget Victoria's Secret Angel yang kakinya jenjang-jenjang ituuuh.

22. Spirits or Werewolves? Why?
Spirits kali ya, lebih bisa memahami dan ikut masuk [eloooh kok masuuk sih]. Horor!

23. Zombies or Vampires? Why?
Zombie, ya karena kalo dipfilmkan benar-benar menegangkan. Beda dengan vampires yang bisa-bisa berujung seperti Twilight ituuuh.

24. Love triangle or forbidden love? Why?
Love triangle, karena biasanya disisipin intrik di dalamnya yang bikin penasaran, terkadang juga menyayat hati tapi jangan terlalu lebai juga kali ya. Nah kalo udah gini yang namanya mata juga tahan aja seharian gak beranjak dari buku.

25. Full on romance books or action-packed with a few love scenes mixed in?
Both ♡

Finitooo...yaelah banyak juga yak 25 itu hihihihi, oiya ini nihh buku segambreng yang masuk daftar waiting list sayaaaa [red: belum kebaca].


Yuk dilanjut kalian yang udah dimensyen. Oiya sekali lagi ini enggak wajib posting yaaa ^^

Thursday, December 18, 2014

Hand Creamnya Sweet and Fruity

Aroma Pink Grapefruitnya The Body Shop ini benar-benar udah terpatri wangi di hidung hihihihi, eh kemarin nyempetin bentar buat nengokin counternya yang lagi meriah dengan Christmas decoration. So, bouquet gifts bertebaran dimana-mana, tergantung selera dan dompet aja mau milih yang mana hehe. Well, Pink Grapefruit hand cream pun dibungkus juga, udah kadung jadi favorit sih ya....

Hand cream ini bisa dibilang produk baru dari The Body Shop, teksturnya lembut banget tapi cepat menyerap di kulit tangan tanpa meninggalkan kesan berminyak. Gak lengket plus wanginya itu lembut sweet and fruity kek saya [ooops]. Dibandrol 79K untuk 30ml, berbentuk tube gitu jadi praktis buat dibawa kemana aja, gak menuh-menuhin tas.

pink grapefruit hand cream
Sebelumnya sih saya juga belum pernah beli produk macam hand cream gini, mikir ekonomisnya sih. Body lotion kiranya cukup untuk mengakomodir kebutuhan kulit saya, eh tapi ntah kenapa kadang kulit tangan itu kering banget dan kasar. Maksud hati si hand cream ini jadi solusi untuk mengatasi kekeringan kulit tangan tadi hihihi....

Gak asik juga kan, pas ngegandeng hubbybear eeeh tangan istrinya ini kasar gak jelas ^^


Tuesday, December 16, 2014

Acne Peeling Cream Erha Clinic

Apakabarnya ini jerawat??? Yup! Terhitung sejak awal September 2014 kemarin saya memutuskan berobat ke Erha Clinic untuk masalah jerawat akut saya ini. Huhuhuhu dan ternyata Acne Steroids istilah kedokterannya untuk menamakan jerawat saya yang heboh kemarin itu.

Dua bulan terlewati dengan alhamdulillah lancar, fyi jerawat saya berkurang cukup signifikan. Selain itu Erha Clinic sangat concern terhadap pasiennnya, rutin mengingatkan pasien untuk kontrol kembali dan mengecek bagaimana progress treatment yang sudah pasien lakukan.

Erha Clinic Surabaya

November awal kemarin saya kontrol kembali untuk melanjutkan treatment tahap kedua yang disebut acne peeling dengan menggunakan krim. Iya, acne peeling yang beda dari yang pernah saya lakukan dulu. Pernah sih acne peeling tapi dengan menggunakan chemical dan huhuhu cukup ekstrim emang dan membutuhkan kesabaran tingkat tinggi pemirsah! Karena dibuthkan waktu kurang lebih sebulan lebih untuk membiarkan scars atau bekas peeling tsb mengelupas perlahan dengan sendirinya.
Jangan dikelupas paksa karena nantinya dapat menyebabkan luka bekas diwajah "Eh buset mau cantik ini susaaaaah cyin!" belum lagi derita kalo ada teman kantor mendadak kepo "Eh itu wajah kenapaaa?" brasa langsung pengen mojok trus nangis ala-ala Nobita hihihihi.

Maka dari itu saya enggak terlalu khawatir ketika dokter melakukan treatment acne peeling cream tadi dan ini diaaa krim yang kudu saya pakai:

acne peeling cream
  • Doxy Plus Erha, 20 tablet yang diminum dengan dosis 1x1 sesudah makan.
  • Acne Moisturizer Gel 2 (AMG 2), berupa gel yang oleskan dipagi hari.
  • Acne Foundation 1 (AF 1), berupa krim yang dioleskan setelah AMG 2 mengering.
  • Acne Lotion 2, yang tetap saya pakai untuk jerawat membandel hihihi.
  • Erha 2 - Facial Wash For Oily Skin, yang digunakan untuk membasuh wajah.

Friday, December 12, 2014

Dibuang Sayang [kertas kado]

Nganggur di rumah? Atau barusan selesai beberes trus nemu perkakas yang dibuang sayang? Perempuan banget gak siiih? Maksud hati udah bagus niatnya beberes rumah, eeeh masih ada ajaaa barang atau perkakas yang nyangkut tapi gak tega mau ngebuangnya ke tempat sampah hihihihi.... Recycle? Daur ulang???

alat-alat yang dibutuhkan
There you go!! Berikut saya temuin sewaktu kemarin selesai beberes, kertas kado sisa berikut kotak barang bekas yang gak terpakai lagi. Alat yang dibutuhkan juga gak susah, cuman selotip, gunting dan lem. Mari kita berkreasi ^^
Gak memakan waktu berjam-jam tempat pensil sekaligus tempat kunci berhasil diciptakan dari perkakas yang didaur ulang tadi, voilà!



Sssttt... Seberapa banyak perkakas sisa di rumah kalo yang satu ini gak ada, barang hasil daur ulang gak akan jadi loh. Apa itu? NIAT hahahahahaha ^^v

Wednesday, December 10, 2014

Qu'est-ce Qu'on A Fait Au Bon Dieu?

Bonjour à tous!!! Sssttt....Festival Sinema Prancis 2014 yang kali pertama saya ikutin kemarin bener-bener ninggalin jejak manis di hati, c'est bon week-end! Hari pertama dibuka dengan kolaborasi apik antara Juliette Binoche bersama asistennya Kristen Stewart. Jujur, ada plot yang kurang ngeh di film ini dan gak dibahas hingga film berakhir. Apa itu? Coba deh kalian nonton dan beritahu saya apa yang terjadi. Apakah sama dengan yang ada di benak saya.
Next hari kedua Qu'est-ce Qu'on A Fait Au Bon Dieu (Serial (Bad) Weddings) gokil pake banget!
Qu'est-ce Qu'on A Fait Au Bon Dieu
Sinopsis + review:
Kericuhan dimulai ketika prosesi pernikahan antara Issabelle Vernueil (Frédérique Bel) yang menikahi pria Muslim Rachid Ben Assem (Medi Sadoun). Nah, Claude Verneuil (Christian Clavier) dan Marie Verneuil (Chantal Lauby) orang tua dari Issabelle ini mau gak mau ya menerima pernikahan tsb meskipun wajah keduanya tampak seperti orang yang mendapatkan kado spesial, karena hari itu menantu di depan mata bukan seperti menantu yang mereka idamkan.

Masih dilanjut lagi dengan pernikahan putri mereka lainnya Odile Verneuil (Julia Piaton) yang menikahi David Benichou (Ary Abittan) seorang Yahudi. Kejutannya belum berhenti niiih, masih ada lagi pernikahan beda agama sekaligus etnik lainnya di keluarga Verneuil ini. Ségolène Verneuil (Émilie Cae) yang juga menikahi pria beda etnis Chao Ling (Frédéric Chau) yang berprofesi sebagai penasehat finansial asal China. Komplit kaaaan?!
Benetton Family, indeed!
Menantu idaman pasangan Verneuil ini sebenarnya ya gak neko-neko amat kok, meskipun merupakan keluarga terpandang tapi mereka mau menerima apapun pekerjaan menantu terakhir mereka nanti. Mau seorang aktor badut sekalipun, pokoknya menantu idaman ya kudunya seorang katolik seperti kepercayaan yang dianut mereka. Drum rolls!!! Apakah Laure Verneuil (Élodie Fontan) putri bungsu dari keluarga ini akan mewujudkan apa yang selama ini kedua orang tuanya idamkan? Hihihihi......kelucuan, kehebohan kerasisan dimulai dari sini!

Klimaks:
Perjodohan yang gak berhasil antara Laura dengan pria pilihan orang tuanya merupakan momen yang tepat untuk memberitahu bahwa ia telah memiliki pria lain sebagai calon suaminya. Charles namanya, yak! "Charless de Gaulle" sontak Marie Verneuil seperti menemukan oase di padang pasir, yes akhirnya mereka akan mendapatkan menantu katolik, meskipun pekerjaannya adalah seorang aktor ayok ajah. Tapi? Semua itu berubah bak kejutan istimewa yang gak ada hentinya buat mereka hahahaha, okelah katolik tetapi Charles de Gaulle  menantu idaman mereka ini berkulit hitam alias negro. Yup! Charles Koffi (Noom Diawara) ini seorang negro Perancis yang berasal dari Afrika hahahahahaha beneran kan Benetton Family! [ooops].

Well, namanya orang tua ya meskipun Marie Verneuil sampai menemui psikiater namun pada akhirnya mereka menerima kesemua menantu pria pun supaya enggak dibilang rasis, meskipun diluaran sana cap keluarga komunis kerap menghampiri mereka. Tapi mah mereka cuek bebek gitu hihihihi. Benetton Family!
En fin, Claude et Marie bisa mensinkronkan perbedaan diantara mereka dengan mentoleransi perbedaan yang telah ada....allahu akbar! [kode] hihihihi.

PS:
Agama beda, etnik juga beda tapi kesemua menantu Vernuil ini fasih banget bahasa Prancisnya yaaa meskipun aksennya beda-beda sih. Mulanya saya pikir hebat juga yak kalo in real, eh ternyata ya teteeep lah, ke-empat menantu Verneuil itu notabene emang aktor Prancis semua.

Review:
Qu'est-ce Qu'on A Fait Au Bon Dieu adalah film drama komedi Prancis kedua yang saya tonton setelah Bienvenue chez les Ch'tis, lucu? Banget! Meskipun tema yang diangkat SARA pake banget hahahaha. Asalkan we don't take too seriously okelah tontonan ini wajib tonton, dilain hal hmmm sepertinya pelecehan agama terjadi di beberapa scene. Yang paling kentara banget ya pernikahan beda agama itu sendiri, belum lagi ketika menantu-menantu mereka mengikuti kebaktian di gerjea saat malam Natal, bersenandung suci pulak mereka! [gokil kaaaaaaaaan].
Satu lagi, penggunaan beberapa istilah dengan merujuk pada tokoh tertentu seperti Arafat untuk si menantu Arab, pun kalimat-kalimat rasis banyak banget seliweran di film ini. Tak ayal membuat film drama komedi yang berhasil menembus angka 12juta penonton ini sepertinya gak bisa masuk di daratan Inggris dan Amrik, seperti dilansir telegraph.co.uk
"would never allow themselves these days to laugh at blacks, Jews or Asians" 
[noted] too risky emang ya hehehe.

Hmmm, sepertinya yang dilontarkan bos Path mungkin ada benarnya ya kalo selera humor orang Indonesia termasuk tinggi, scaraaa meme dimana-mana.
-----------------------------------------------
Genre: Comedy
Sutradara: Philippe de Chauveron
Produksi: Les films du 24
Durasi: 97 menit
Cast: Christian Clavier, Chantal Lauby, Ary Abittan, Frédéric Chau, Frédérique Bel, Élodie Fontan

#FestivalSinemaPrancis2014