Friday, May 3, 2013

Dari Mataram ke Gili Trawangan

Berbekal promo tiket dari Citilink dimana dengan harga 376ribu udah bisa pulang pergi SUB-LOP-SUB, alhasil 22-24 Maret 2013 kemarin capcus deh saya bersama teman sekantor ke Mataram alias Pulau Lombok yang notabene kita berdua sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di pulau ini hehe. Maka dari itu Lombok Guest House yang terletak di tengah kota Mataram kami jadikan "basecamp".

Baiklah singkat cerita keesokan harinya dengan menggunakan taksi kami meluncur ke pelabuhan Bangsal, fyi dari Mataram ke Bangsal ditempuh sekitar 45 menit. Kemudian selama 30 menit penyebrangan kami tempuh dengan menggunakan perahu bermotor menuju Gili Trawangan, excited!!!

Sesampainya di Gili Trawangan, aktivitas yang bisa kami lakukan adalah bersepeda, harap maklum saya sedang kedatangan tamu hahahaha...snorkeling batal deh huhuhu padahal udah mupeng banget mana airnya jernih pulak [siyaaal]. Aktivitas lainnya seperti mengitari pulau dengan cidomo, diving, jogging bahkan berjemur pun bisa kalian lakukan di pulau ini [sapa tau bisa sesekseh mbak Farah Quinn atau Agnezmo]. Oiya estimasi waktu untuk menikmati kemolekan Gili ini hanya sampai jam 5 sore sebagai jadwal terakhir penyebrangan kapal. Jadi mau tidak mau kami berdua memaksimalkan waktu yang ada dengan menyewa sepeda seharga 50ribu untuk 2 unit sehingga kita bisa menikmati indahnya Gili Trawangan [murah bukan!].


Welcome to Gili Trawangan

Wednesday, April 17, 2013

My Lombok Trip in Desa Sade


Lumbung padi
Desa Sasak, Sade - Rembitan, Lombok NTB. Dimana terdapat sukubangsa "Sasak" yang mendiami Lombok dan menggunakan bahasa Sasak dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan agama Islam sebagai agama mayoritas. Ohya, desa Sade yang letaknya gak terlalu jauh dari Lombok International Airport ini so far cukup membuat saya penasaran, karna kan biasanya cuman tau di tipi-tipi aja hehe.

Setelah memasuki pintu gerbang, kita akan mengisi buku tamu serta memasukkan uang seikhlasnya dan nantinya seorang guide akan mengantarkan kita berkeliling serta menjelaskan apa-apa saja yang ada di areal pemukiman suku Sasak ini.
Nah, lumbung tempat penyimpanan padi adalah objek pertama kali yang nampak dan kebetulan saat itu gabah sedang dijemur di halaman lumbung. Menurut keyakinan turun temurun yang dianut di desa ini, seorang gadis yang belum menikah dilarang keras untuk mengambil padi dari lumbung tsb. Dimana menurut keyakinan masyarakat setempat jika kebiasaan tsb dilanggar maka si gadis tsb nantinya tidak akan memiliki keturunan. Wow strict banget ya :|

Friday, January 25, 2013

Maskapai Nasional dan Internasional Pun Berbatik

Berbekal dari hunting kain batik di beberapa toko batik sampai butik batik hingga akhirnya saya menemukan kain batik yang pas dengan selera saya di sebuah situs belanja batik online, hingga kemudian saya jahitkan ke penjahit langganan dan tam..tam...tam jadilah dress batik yang saya idam-idamkan selama ini hehe. Scara jarang banget kita jumpai dress batik dengan dasar warna putih, ya nggak?!?
Apalagi di Berbatik ini bukan hanya bermacam motif kain batik saja yang bisa kita jumpai, melainkan mulai dari aksesoris, baju anak hingga dewasa bahkan sepatu dengan motif batik pun ada loh.

Dan dress batik ini akhirnya saya kenakan ketika foto untuk apply lamaran kerja di maskapai internasional kemarin. Pun ketika mengikuti walk interview saya berbatik, alhasil salah satu interviewer dari Singapura berdecak kagum sembari mengomentari secara spontan "You looks elegant wearing that batik."  ketika melihat saya yang tampak eye catching diantara applicant lainnya. "Tuh kan, emang gak salah kalau kita getol mempertahankan batik sewaktu tetangga sebelah hendak mengklaimnya." batin saya seketika.

batik of mine
Kenapa juga siiih saya getol banget dengan kain batik yang pembuatannya dapat dilakukan secara modern maupun konvensional dengan menggunakan canting dan malam ini? Bahkan sampai bela-belain hunting dan jahit sendiri kain batik idaman saya?
Mengapa tidak! Maskapai  internasional sekaliber Singapore Airlines saja membekali para awak kabinnya dengan seragam kebaya bermotif batik, begitupun dengan maskapai nasional milik negri jiran Malaysia Airlines. Apalagi kita Indonesia dengan Garuda Indonesia dan Lion Air, beugh!!!! Awak kabin mereka sungguh mempesonakan berbalut seragam kebaya bermotif batik.
So, perusahaan-perusahaan besar saja bangga merepresentasikan batik ke setiap karyawannya apalagi kita secara individu jangan mau kalah dong. Makanya saya bela-belain hunting dan jahit sendiri nih kain batik. Setuju kan?!? ;;)

Dan kabar-kabarnya nih di tahun 2013 ini, Lion Air akan memperluas jaringannya dengan meluncurkan Batik Air sebagai layanan full service mereka dengan rute internasional. Definitely livery pesawat pun bermotif batik seperti gambar berikut. Wow, asli keren banget!

Batik Air [sumber: http://www.nycaviation.com]
Maka dari itu patutlah UNESCO sejak tahun 2009 tepatnya 2 Oktober menetapkan BATIK sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Yang kemudian tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Dari sini bisa saya pastikan bahwa batik sebagai warisan budaya negara Indonesia telah benar-benar diakui di dunia. Sehingga tidak diragukan lagi dengan saya maupun kita semua mengenakan batik secara tidak langsung jiwa nasionalisme pun akan timbul karena Batik is truly Indonesian.
Gimana, kalian smua setuju kan???? =D>